Sisa Makanan Disulap Jadi Pakan Ternak, Wabup Asahan Apresiasi Inovasi KKN UGM
2 min read
PESANKU.CO.ID, ASAHAN – Limbah makanan yang selama ini kerap berakhir sebagai sampah berhasil dimanfaatkan menjadi sumber pakan alternatif melalui inovasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kabupaten Asahan.
Inovasi tersebut dikembangkan mahasiswa KKN-PPM UGM di Desa Aek Songsongan, Kecamatan Aek Songsongan, dengan memanfaatkan sisa makanan dari lingkungan Pesantren Darul Falah sebagai bahan budidaya maggot.
Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P., melihat langsung penerapan inovasi tersebut saat mengunjungi Pesantren Darul Falah, Sabtu (8/8/2026).
Dalam program tersebut, sisa makanan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dikumpulkan dan diolah sebagai media budidaya maggot. Maggot yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pakan alternatif untuk ternak bebek.
Pemanfaatan ini dinilai memiliki dua manfaat sekaligus, yakni membantu mengurangi timbulan limbah makanan sekaligus menyediakan sumber pakan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan peternakan.
Salah seorang mahasiswa KKN UGM yang ditempatkan di Desa Aek Songsongan, Muhammad Ghazalah Anwar, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai solusi sederhana dan berkelanjutan terhadap persoalan limbah makanan yang ada di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan sisa makanan melalui budidaya maggot tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui pemanfaatannya sebagai pakan ternak.
Konsep tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat dan pihak pesantren meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir.
Wakil Bupati Asahan Rianto mengapresiasi inovasi yang dikembangkan mahasiswa KKN UGM tersebut. Menurutnya, program tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dapat diatasi melalui pendekatan sederhana yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan mahasiswa KKN UGM. Sisa makanan yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini merupakan inovasi yang sederhana, tetapi memiliki nilai manfaat yang besar apabila dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Rianto.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Gadjah Mada melalui pelaksanaan KKN-PPM UGM Tahun 2026 yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Asahan.
Apresiasi juga disampaikan kepada PT Inalum yang telah memfasilitasi dan mendukung kehadiran mahasiswa KKN UGM di Kabupaten Asahan.
Menurut Rianto, kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam menghadirkan inovasi yang mampu menjawab persoalan di tingkat lokal.
Program budidaya maggot tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama KKN berlangsung, tetapi dapat dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat yang lebih luas.
Selain mengurangi limbah makanan, pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak juga berpotensi mendukung efisiensi biaya pakan serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis ekonomi sirkular di lingkungan masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa program pengabdian perguruan tinggi dapat memberikan dampak langsung apabila inovasi yang diperkenalkan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.(RK)