Tim Penilai Lomba PKK Sulut 2026 Tiba di Kotamobagu, Evaluasi Program Jadi Momentum Pembenahan
2 min read
PESANKU.CO.ID, KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Kotamobagu menyambut kedatangan Tim Penilai Lomba PKK Tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Tahun 2026.
Penyambutan tim penilai berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu, Selasa (8/9/2026). Kehadiran tim penilai sekaligus menjadi momentum bagi TP PKK Kota Kotamobagu untuk memaparkan berbagai program pemberdayaan keluarga yang telah dilaksanakan.
Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib hadir bersama Ketua TP PKK Kota Kotamobagu Rindah Gaib Mokoginta dan Wakil Ketua TP PKK Resty A. Mangkat Somba.
Ketua TP PKK Kota Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta, mengatakan kedatangan tim penilai tidak semata-mata harus dimaknai sebagai bagian dari kompetisi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting untuk mengevaluasi pelaksanaan Gerakan PKK sekaligus mengidentifikasi ruang perbaikan.
“Bagi kami, kehadiran Tim Penilai Lomba PKK di Kota Kotamobagu bukan hanya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan lomba, tetapi merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk belajar, mengevaluasi, dan melihat kembali sejauh mana Gerakan PKK telah berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rindah.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi dalam pelaksanaan program PKK di Kota Kotamobagu. Namun, berbagai kekurangan tersebut dinilai dapat menjadi dorongan untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas program.
Rindah berharap evaluasi serta masukan dari tim penilai dapat menjadi bahan perbaikan bagi TP PKK Kota Kotamobagu. Dengan demikian, program PKK tidak hanya berorientasi pada hasil perlombaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib menegaskan bahwa TP PKK memiliki posisi penting sebagai salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga dan masyarakat.
Menurut Weny, Gerakan PKK tidak sebatas aktivitas organisasi, tetapi merupakan gerakan yang berangkat dari lingkungan keluarga dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Tim Penggerak PKK merupakan mitra strategis Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat. PKK bukan hanya tentang kegiatan organisasi, tetapi merupakan gerakan yang tumbuh dari keluarga, oleh keluarga, dan untuk keluarga,” kata Weny.
Ia juga menilai para kader PKK memiliki peran strategis dalam mendorong keterlibatan masyarakat melalui implementasi 10 Program Pokok PKK.
Karena itu, Weny berharap pelaksanaan Lomba PKK Tingkat Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 dapat dimanfaatkan secara lebih luas, bukan sekadar sebagai ajang untuk mengejar prestasi.
“Lomba ini juga harus dimaknai sebagai sarana evaluasi, pembelajaran, dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program serta kinerja Gerakan PKK di Kota Kotamobagu,” tegasnya.
Dengan adanya proses penilaian tersebut, Pemkot Kotamobagu dan TP PKK diharapkan dapat memperoleh masukan untuk memperkuat pelaksanaan program pemberdayaan keluarga, sekaligus memastikan Gerakan PKK semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.(FK)