Wali Kota Kotamobagu Pastikan Stok BBM Aman, Warga Diminta Tak Panik dan Borong
1 min read
PESANKU.CO.ID, KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu kembali mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) secara berlebihan. Imbauan itu disampaikan Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib setelah Pemkot bersama Polres Kotamobagu dan Kodim 1303 Bolaang Mongondow menggelar rapat koordinasi dengan perwakilan Pertamina Patra Niaga SulutGo, Jumat (4/9/2026) sore.
Rapat berlangsung di ruang kerja Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kotamobagu. Pertemuan tersebut membahas kondisi ketersediaan sekaligus mekanisme penyaluran BBM di wilayah Kotamobagu.
Dalam rapat itu, Weny Gaib meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing kekhawatiran mengenai ketersediaan BBM.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Kotamobagu agar tidak perlu panik dan tidak perlu khawatir terkait dengan ketersediaan BBM di Kota Kotamobagu. Karena, sebagaimana yang telah disampaikan Pertamina Patra Niaga SulutGo, bahwa kuota dan stok pasokan BBM, termasuk Pertalite, di Kota Kotamobagu dalam kondisi normal dan aman,” ujar Weny.
Menurut Weny, kepastian dari Pertamina tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sebaliknya, pembelian BBM secara berlebihan justru berpotensi memperpanjang antrean dan mengganggu kelancaran pelayanan di SPBU.
Karena itu, masyarakat diminta membeli BBM secara bijak dan menyesuaikannya dengan kebutuhan sehari-hari.
“Dengan adanya jaminan dari pihak Pertamina ini, saya berharap masyarakat dapat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Silakan membeli BBM sesuai dengan kebutuhan, karena Pertamina telah memastikan bahwa penyaluran BBM ke Kota Kotamobagu akan terus dilakukan,” tegasnya.
Pemkot Kotamobagu bersama jajaran TNI dan Polri juga terus memperkuat koordinasi serta melakukan pemantauan langsung di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Pemerintah juga berharap koordinasi lintas sektor dapat mencegah munculnya kepanikan yang berpotensi memperbesar antrean di SPBU.
Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi mengenai kelangkaan BBM yang belum dipastikan kebenarannya.
Dengan koordinasi antara Pemkot Kotamobagu, aparat keamanan, dan Pertamina, pemerintah berharap kondisi di sejumlah SPBU tetap kondusif, antrean dapat dikendalikan, dan pelayanan kepada masyarakat berjalan normal.
Pemerintah juga kembali menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan pembelian BBM secara berlebihan selama pasokan dan penyaluran tetap berjalan sesuai kebutuhan.(FK)