Sosial Media
0
News
    Home KOTAMOBAGU

    Ikan di Kolam Warga Poyowa Besar II Mati Massal, Pemkot Kotamobagu Turun Tangan Selidiki Dugaan Pencemaran

    1 min read


    PESANKU.CO.ID, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu bergerak cepat menindaklanjuti laporan kematian ikan secara massal di sejumlah kolam milik pembudidaya di Desa Poyowa Besar II. Dugaan sementara mengarah pada indikasi pencemaran sumber air yang berasal dari Bendungan Moayat, yang selama ini menjadi suplai utama kolam-kolam warga.

    Tim gabungan dari Dinas Pertanian dan Perikanan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Kotamobagu turun langsung ke lokasi pada 19 Februari 2026 untuk melakukan peninjauan awal. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyebab kematian ikan sekaligus mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan terhadap para pembudidaya.

    Berdasarkan keterangan warga, penjaga pintu air, serta pembudidaya setempat, peristiwa kematian ikan diperkirakan terjadi pada Sabtu dini hari, 14 Februari 2026, sekitar pukul 03.00 WITA. Kejadian tersebut menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari usaha budidaya ikan air tawar.

    Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Kotamobagu, Piter Suli, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengumpulan data dan informasi di lapangan sebagai bagian dari tahapan investigasi awal.

    “Kami bersama instansi terkait telah turun langsung untuk meninjau lokasi dan mengumpulkan informasi dari masyarakat. Tindak lanjut yang akan dilakukan meliputi identifikasi dugaan pencemaran, pendataan pembudidaya terdampak, serta penanganan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku,” ujarnya.

    Selain itu, pemerintah juga akan melakukan koordinasi lintas instansi untuk memastikan penanganan berjalan komprehensif, termasuk kemungkinan pengujian kualitas air guna memastikan ada atau tidaknya kandungan zat berbahaya yang memicu kematian ikan.

    Pemkot Kotamobagu mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera melaporkan apabila menemukan kejadian serupa. Respons cepat dari masyarakat dinilai penting untuk mempercepat proses penanganan dan mencegah dampak yang lebih luas.

    Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat sektor perikanan budidaya merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat. Pemkot menegaskan komitmennya untuk mengusut penyebab kejadian secara menyeluruh dan memastikan langkah penanganan yang tepat guna melindungi lingkungan serta keberlangsungan usaha masyarakat.(Adv/fiki)
    Komentar
    Additional JS