TPA Kotamobagu Masuk Status Darurat, DLH Hentikan Penerimaan Kayu Besar dan Puing Bangunan
1 min read
PESANKU.CO.ID, KOTAMOBAGU – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kotamobagu berada dalam kondisi darurat. Lonjakan volume sampah yang terus meningkat membuat kapasitas daya tampung kian menyusut dan mendekati batas maksimal. Situasi tersebut mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kota Kotamobagu mengambil langkah pembatasan tegas guna mencegah sistem pengelolaan sampah kolaps.
Kepala DLH Kotamobagu, Erwin Pasambuna, menegaskan bahwa mulai Februari 2026 TPA tidak lagi menerima sampah berupa batang pohon, kayu berdiameter besar, serta puing dan bongkahan material bangunan. Jenis material tersebut dinilai mempercepat penuhnya area pembuangan dan menyulitkan proses penataan di lapangan.
“Prioritas kami menjaga agar TPA tetap bisa menampung sampah rumah tangga. Material kayu besar dan puing bangunan tidak lagi kami terima,” tegas Erwin, Kamis (19/2/2026).
Selain pembatasan jenis sampah, DLH juga menutup akses bagi kiriman sampah dari luar wilayah Kotamobagu. Kebijakan ini diambil untuk memastikan beban TPA tidak semakin berat akibat masuknya sampah dari daerah lain.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk pengendalian darurat agar operasional TPA tetap berjalan sembari menunggu solusi jangka panjang, termasuk optimalisasi pengurangan dan pemilahan sampah dari sumbernya.
Meski pembatasan diberlakukan, DLH memastikan pelayanan pengangkutan sampah rumah tangga di dalam wilayah Kotamobagu tetap berjalan sesuai jadwal. Armada pengangkut tetap beroperasi normal guna menjaga kebersihan lingkungan permukiman warga.
Kondisi darurat ini menjadi alarm serius bagi semua pihak. Tanpa perubahan pola konsumsi, pengelolaan, dan kesadaran kolektif masyarakat dalam memilah serta mengurangi sampah, kapasitas TPA yang terbatas berpotensi memicu krisis lingkungan yang lebih luas.
DLH pun mengimbau masyarakat untuk mulai membatasi penggunaan material sekali pakai, memaksimalkan daur ulang, serta tidak membuang material konstruksi ke aliran sampah umum. Upaya bersama dinilai menjadi kunci agar sistem persampahan di Kotamobagu tetap terkendali.(Adv/Yusuf)