Sosial Media
0
News
    Home NEWS

    Wartawan PWI Rasakan Sensasi Menembak ala Pasukan Elite

    1 min read



    Rukmana Nawawi, Lapangan Tembak Mako Kopassus, Bogor

    PESANKU.CO.ID -- Dentuman tembakan bersahut-sahutan di Lapangan Tembak Pistol Bayu Aji dan Mirwariyadin. Bukan suara latihan rutin prajurit Kopassus, melainkan para wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang tengah merasakan pengalaman tak terlupakan: menembak layaknya pasukan elite.

    Minggu, 1 Februari 2026, menjadi hari istimewa bagi puluhan jurnalis peserta Retret PWI Se-Indonesia. Kementerian Pertahanan memberikan pengalaman langka—latihan menembak di markas Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, Bogor.

    Sebelum memegang senjata, para wartawan yang biasa memegang kamera dan bolpoin ini terlebih dahulu duduk rapi mendengarkan briefing ketat dari para instruktur Kopassus. Pengenalan dasar teknik menembak, posisi tubuh yang benar, hingga standar keamanan yang tak boleh diabaikan disampaikan dengan detail.

    "Ini bukan main-main. Standar keamanan yang kami terapkan sama persis dengan yang digunakan saat melatih prajurit kami," tegas salah satu pelatih.

    Pengawasan ketat menjadi kata kunci. Setiap gerakan peserta diawasi langsung oleh pelatih berpengalaman dari pasukan elite tersebut. Tak ada celah untuk kesalahan prosedur.

    Dengan semangat membara dan sedikit gugup, para peserta kemudian bergantian memegang Pistol G2 Combat produksi PT Pindad. Senjata api yang biasa digunakan personel TNI ini terasa berat di tangan mereka yang lebih terbiasa mengetik di laptop.

    Satu per satu peserta maju ke garis tembak. Napas ditahan, fokus diarahkan ke target di depan. Ketika pelatuk ditarik, ledakan suara dan hentakan di tangan membuat adrenalin memuncak.

    Bagi sebagian peserta, ini adalah kali pertama menyentuh senjata api sungguhan. Pengalaman yang jauh berbeda dari sekadar meliput kegiatan TNI dari kejauhan.

    Lebih dari sekadar aktivitas rekreatif, pelatihan ini memiliki tujuan strategis. Kementerian Pertahanan ingin membekali wartawan dengan pemahaman mendalam tentang dunia pertahanan dan keamanan.

    "Kami harap melalui pelatihan ini, para wartawan dapat menjalankan tugas jurnalistik secara lebih profesional, aman, dan bertanggung jawab. Terutama saat meliput di area latihan militer atau wilayah berisiko tinggi," ungkap penyelenggara.

    Pemahaman langsung tentang prosedur keamanan senjata api diharapkan membuat para jurnalis lebih peka terhadap aspek keselamatan ketika meliput kegiatan militer di masa mendatang.

    Saat kegiatan berakhir, wajah-wajah peserta tampak puas meski lelah. Antusiasme tinggi terlihat dari diskusi hangat mereka satu sama lain, berbagi pengalaman menembak pertama kali.

    Retret PWI Se-Indonesia yang diakhiri dengan kegiatan menembak di Kopassus ini bukan hanya memberikan pengalaman unik, tetapi juga memperkuat jembatan komunikasi antara media massa dan institusi pertahanan negara.

    Dari lapangan tembak Kopassus, para wartawan pulang dengan bekal baru: bukan hanya catatan di buku, tetapi pengalaman nyata yang akan memperkaya sudut pandang mereka dalam meliput dunia pertahanan Indonesia.(*)
    Komentar
    Additional JS